"Bumi, percayalah aku akan tetap menjadi Bintangmu. Meskipun kita tidak bisa bersama, pendarku akan tetap menemanimu," kau menarik napas perlahan. Lalu kembali mengurai senyuman yang terlihat kau paksakan.
Lalu, kedua mata lebarmu yang selalu terlihat berbinar, meredup tatkala menatapku.
"Mungkin benar apa kata orang, bintang dan bumi tidak bisa bersatu. Cahaya bintang terlalu kecil dan jaraknya terlalu jauh agar bisa bersanding dengan bumi. Jikapun memaksakan diri, bintang pasti akan hancur sebelum menyentuh bumi."
Lalu, kedua mata lebarmu yang selalu terlihat berbinar, meredup tatkala menatapku.
"Mungkin benar apa kata orang, bintang dan bumi tidak bisa bersatu. Cahaya bintang terlalu kecil dan jaraknya terlalu jauh agar bisa bersanding dengan bumi. Jikapun memaksakan diri, bintang pasti akan hancur sebelum menyentuh bumi."
Komentar
Posting Komentar