Sudah ya cukup...
Aku jengah dengan semua janji dan bujuk rayumu.
Terakhir kamu mengatakan ingin mengabulkan satu permohonan kecilku.
Yang sebenarnya teramat sederhana.
Tapi ternyata janji hanyalah janji.
Karena rupanya kamu masihlah sama.
Tidak berubah.
Kamu masih sama seperti orang yang aku kenal di tiga musim penghujan yang terlewat begitu saja.
Tahukah kamu?
Bahwa kamu telah mengukir sebuah luka di atas luka yang belum sepenuhnya mengering.
Hungga mengharuskan aku bersusah payah mengeringkannya lagi!
Aku tahu kamu hanyalah manusia biasa yang tak luput dari rasa lupa.
Sama seperti aku.
Akupun juga sering melupakan sesuatu hal.
Sebuah janji misalnya, janji untuk datang tepat waktu.
Jadi, kelak, jika suatu saat nanti aku melupakan janji yang tlah ku buat denganmu.
Sebuah janji yang mungkin teramat berarti dalam hidupmu,
Aku meminta pengertianmu.
Karena aku belajar itu dari dirimu.
Dirimu yang selalu mengingkari janji.
Kediri, 11.08.2017
Aku jengah dengan semua janji dan bujuk rayumu.
Terakhir kamu mengatakan ingin mengabulkan satu permohonan kecilku.
Yang sebenarnya teramat sederhana.
Tapi ternyata janji hanyalah janji.
Karena rupanya kamu masihlah sama.
Tidak berubah.
Kamu masih sama seperti orang yang aku kenal di tiga musim penghujan yang terlewat begitu saja.
Tahukah kamu?
Bahwa kamu telah mengukir sebuah luka di atas luka yang belum sepenuhnya mengering.
Hungga mengharuskan aku bersusah payah mengeringkannya lagi!
Aku tahu kamu hanyalah manusia biasa yang tak luput dari rasa lupa.
Sama seperti aku.
Akupun juga sering melupakan sesuatu hal.
Sebuah janji misalnya, janji untuk datang tepat waktu.
Jadi, kelak, jika suatu saat nanti aku melupakan janji yang tlah ku buat denganmu.
Sebuah janji yang mungkin teramat berarti dalam hidupmu,
Aku meminta pengertianmu.
Karena aku belajar itu dari dirimu.
Dirimu yang selalu mengingkari janji.
Kediri, 11.08.2017
Komentar
Posting Komentar