Bara Di Langit Senja Bag. 15




Kedua mataku terbuka seiring dengan gerakan jemari Bara yang mulai menjauh dari kepalaku. Aku mengerjap, menatapnya dengan malu yang tertahan. Karena apa yang aku pikirkan ternyata tidaklah terjadi. Bara menarik sudut bibirnya yang membentuk seulas senyuman. Dengan mata yang masih terpaku padaku, dia menunjukkan telapak tangan kanannya yang sontak membuat wajahku terasa panas mengingat apa yang aku ada dalam pikiranku beberapa saat lalu.


Bara tersenyum sementara aku segera menyingkirkan sarang laba-laba yang ada di sela-sela jemarinya dengan rasa gugup yang menyerangku tanpa alasan. Aku berjingkat dan membuat kursiku terdorong kebelakang. Dengan wajah yang aku buat setenang mungkin aku mencari alasan untuk membuatnya segera menyingkir dari tempatnya.



"Aku lupa, kalau aku harus telepon delivery," kataku. "Mama udah pulang jadi aku nggak sempet masak tadi pagi," imbuhku celingukan mencari ponselku yang ternyata tergeletak tak jauh dari pantat Bara.



Dengan cepat aku menyambarnya dan segera menekan beberapa angka pada LCD smartphoneku. Namun sebelum aku menghubungkan sambungan tersebut Bara mengambil ponselku dan kembali meletakkannya ke meja.



"Kenapa harus delivery? Selama ada aku, kamu nggak perlu repot telepon pihak delivery."



Aku menatap Bara, meminta penjelasan dan dia justru tersenyum simpul. Kemudian dia bangkit dan menggamit tanganku tanpa bertanya terlebih dahulu kepadaku. Dan yang dilakukan selanjutnya lebih di luar dugaan. Dia menutup salon dan menggantungkan sebuah tulisan 'Buka pukul 14.15 WIB' dan tentu saja hal itu membuat mataku melongo.


Beberapa menit kemudian menit kemudian kami sudah duduk di XO cafe yang letaknya berhadapan dengan Kediri Town Square atau istilah kerennya KTOS. Seorang waitres yang berpakain rapi dengan rok selututnya datang menghampiri kami dengan buku menu serta note kecil di tangannya. Aku membuka buku menu itu, menyusuri setiap halamannya untuk mencari menu andalanku. Ketemu, menu itu ada pada halaman ke 3 buku menu dan aku segera berpaling ke waitress itu untuk memesan.



"Satu porsi nasi goreng seafood, tanpa minyak babi dan jangan terlalu pedas untuk minumnya satu gelas lemon tea," tukas Bara cepat sembari melirik ke arahku.

"Dan untuk saya, saya pesan salad sayur dan segelas jus wortel. Oh dan satu lagi, saya pesan jamur crispy," imbuhnya melanjutkan.



Dia menutup buku menu dan mengembalikannya pada waitres. Sementara yang aku lakukan hanya menatapnya dengan bingung. Karena menu yang dipesan Bara untukku adalah menu kesukaanku dan aku selalu memesan menu itu.


"Apa yang tidak kamu ketahui tentangku Bara?" tanyaku tetap memandang ke arahnya.

Bara mengarahkan bola matanya kepadaku, "Isi hatimu saat ini," sahutnya pendek. Wajahnya nampak tenang seolah tak takut dengan reaksi yang aku berikan.



#30DWCJilid5 #Day22

Komentar