Sepucuk Surat Untuk Sheena


My dear Sheena,

Langit nampak gelap dimataku saat itu, bahkan hingga kini. Bukan karena awan menutupi sang langit bukan pula karena sekarang sudah malam. Bukan. Namun karena aku telah merobohkan dinding kepercayaanmu padaku. Menghunjamkan beribu pedang tepat ke ulu hatimu. Mengoyaknya hingga menjadi buih di lautan samudra yang dalam.

Sheena, kau tahu betul bahwa aku tidak mungkin bisa melakukannya dengan sengaja. Aku teramat mencintaimu. Kaulah satu-satunya wanita yang aku inginkan untuk menjadi ibu dari anak-anakku dan juga menjadi Oma dari cucu kita kelak. 

Sheena, kau percaya aku kan? Aku tidak mungkin dengan sengaja membuatmu terperangkap dalam gelap. Kita sudah bersama setelah sekian lama dan tidak lama lagi kita akan menikah. 

Tapi karena kesalahanku, aku harus meninggalkanmu! Aku harus mengganti nama pada undangan kita dulu, mencoret daftar teman kamu pada undangan pernikahan bahkan membatalkan vendor pernikahan yang telah kita booking dan menggantinya dengan vendor pilihannya. 

Lihat cakrawala itu Sheena, lihatlah! Sejak saat itu aku merasa cakrawala sangat jauh, sama sepertimu. Kau begitu jauh hingga aku tak lagi mampu mencium aroma tubuhmu yang wangi dan mendengar gelak tawamu. Aku juga tak lagi bisa melihat indahnya rambut yang berkibar diterpa angin yang berembus.

Sheena, aku tidak memintamu untuk memaafkan kesalahan yang telah aku perbuat. Tapi aku mohon jangan membenci aku! Jangan menutup cinta yang kau miliki untukku dengan kebencian itu. Jangan Sheena, karena aku tak akan sanggup menanggung kebencian itu. 

Lampiaskan saja amarahmu kepadaku, tidak apa, aku tidak akan melarang dan melawan. Kau boleh memaki dan mengutuk aku. Bahkan jika kau ingin membunuhku, menyebut aku dengan bajingan, aku akan tetap menerimanya. Karena aku memang berhak mendapatkan semua kemarahanmu. Tapi ku mohon Sheena, jangan pernah membenci aku dengan cinta yang kau miliki... 



Dari lelaki yang masih mencintaimu dengan begitu dalam, 

Adryan 



#30DWCJilid5 #Day3

Komentar