Dulu kita adalah sepasang kekasih yang serasi, bukan karena kamu tampan dan aku terbilang cukup cantik. Tidak seperti itu, aku tidak berniat untuk membanggakan diriku sendiri. Karena aku sadar, aku tidaklah secantik Dian Satro. Hanya saja, kamu selalu membuatku bangga pada diriku sendiri. Tapi karena kita adalah sepasang kekasih yang selalu membuat orang-orang di sekitar kita merasa iri jika melihat kita bersama-sama.
Bagaimana tidak? Jika kita berdua saling menyempurnakan satu sama lain. Kamu tidak pernah marah dengan kebiasaan burukku yang dengan gampangnya melupakan sesuatu. Kamu juga tidak pernah mengeluh dan berbalik menceramahiku jika terkadang aku mengomel karena suatu hal yang menurutku salah. Justru kamu dengan senang hati mendengarkan segala ocehan tak jelasku tanpa menyelaku sama sekali.
Aku pernah bertanya sekali tentang hal itu padamu, apakah kamu merasa kesal jika aku mengomel tentang clienku padamu? Dan kamu menjawab tidak sembari tersenyum. Karena katamu, itu adalah balasan dari kesabaranku dalam menghadapimu yang terkadang bersikap menyebalkan ketika ada masalah pada pekerjaanmu.
Namun, semua kesempurnaan itu kini hanyalah sebuah lembaran yang telah usang. Sebuah lembaran yang sudah ditinggal pergi oleh pemiliknya. Dan tak lagi terjamah. Bagaimana bisa semua kesempurnaan itu bisa menjadi sebuah lembaran yang usang? Jawabannya hanya satu, karena pada senja itu kamu memilih jalan yang berbeda sementara aku tidak.
Hai, kamu yang di sana. Apa kabar kamu yang dulu menjadi harapanku? Apakah jalan yang kau pilih membuat duniamu lebih sempurna? Apakah sekarang kamu sudah menemukan apa yang tak kamu temukan saat bersamaku?
Kamu tahu? Di sini aku baik-baik saja, sangat baik malah. Sekarang aku benar-benar bisa melepas bayangmu yang tak lagi beriringan dengan bayangku. Tak lagi aku miliki rasa benci dan amarah yang ku simpan padamu, ketika dulu kau memutuskan untuk memilih jalan yang berbeda dari jalan yang pernah kita rencanakan.
Aku juga tidak menyimpan dendam meskipun aku belum menemukan penggantimu. Justru aku sangat berterima kasih padamu. Karena tanpamu aku tidak akan pernah menjadi seperti sekarang. Karena tanpamu aku tak akan pernah menyadari bahwa, tak semua hal di dunia ini bisa menjadi milik kita jika Tuhan tidak menghendakinya. Meskipun hal itu sangat kita inginkan.
Berbahagialah di sana harapanku yang hilang. Dan disini, aku juga akan berbahagia dengan harapan yang akan aku temukan nanti.
#30DWCJilid5 #Day12
Komentar
Posting Komentar